Sabtu, 11 Juni 2011

Cerita Si Boy

Di postingan-ku kali ini, aku bakal nyeritain kembali postingan-ku yang lalu dengan sudut pandang tokoh lain. Kayak di film The Vantage P*int, setiap tokoh yang berperan punya cerita sendiri. Jadi, si-Boy bakal nyeritain apa yang dia lakuakan pada hari, waktu, dan tempat yang sama. Cerita ini hanya fiktif belaka, di dukung dengan tingkat ke-narsis-an dewa dan ke-pede-an maksimal. Saya ulangi, postingan ini hanya rekayasa.

* * *

Pagi itu aku bersiap berangkat sekolah. Tak seperti biasanya, hari itu aku menyengaja untuk berangkat agak ngaret. Kenapa? Kemarin saat jam 6.50 waktu rumahku aku terburu-buru. Tetapi pas aku mau masuk gerbang, ternyata dia datang dari arah yang berlawanan denganku. Dia, pemilik motor yang helmnya match banget, cewek biasa, tetapi.....membuatku ahhh, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Dhela. I just know her name, but  I want to know more. Ya, berhasil, aku bertemu dia. Lagi. Aku memasukkan motorku terlebih dahulu ke tempat parkir, berharap dia mengikuti dari belakang. Ternyata benar. Tapi aku ngga tau the reason why. Dia emang mengikuti, atau karena sisi tempat parkir bagian timur penuh. Pesimis. Aku berharap lagi dia parkir berdampingan denganku. Aku mengambil posisi parkir sedikit ke utara yang masih kosong, sehingga dia bisa memarkirkan motornya dengan motorku. Dan apa? Ya, motornya tidak diparkirkan dengan milikku. Dia parkir selang beberapa motor sebelumku. Aku melepas helmku sebagai alibi, ku meliriknya. Aku melihat dia juga sedang melepas helmnya, setelah itu dia merapikan kerudungnya. Seperti biasanya, dia selalu terlihat manis. Sweet as always. Aku tidak terlalu berharap untuk harapanku yang ketiga ini. Benar, dia berjalan memasuki gedung induk berlawanan denganku. Tak apa. Saat aku mau menaiki tangga, aku melihat dia sedang mengaitkan kancing lengan bajunya. Tiba-tiba saja, tanpa kusadari, bibirku tercuat ke atas untuk tersenyum padanya. Whoa, what's going on with me?? Takutnya dia ilfeel dan menganggapku gila. Sudahlah, lebih baik ku akhiri saja drama sinetronku pagi itu. Melihatnya pagi itu, rasanya udah kayak terbang menembus atmosfer berlapis-lapis, bermain bersama paus akrobatis, dan ngebut ke rasi bintang paling manis :3

* * *

Lol. Konyol beudh nih cerita -____-" buat penegasan aja: Ini Hanya Rekayasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar