Minggu, 28 Agustus 2011

Ramadhan 1432H

Ramadhan almost over, guys and.... I just feel nothing. Nothing. Nothing. *echoing*
Banyak banget acara buber alias buka bersama yang bikin aku busuk pake banget, yang bikin tarawihku bolong-bolong, ngajiku ngga katam. Hmmm... dan sekarang tersisa satu hari puasa. Ya Allah, semoga bisa ketemu di Ramadhan tahun depan... Aamiin

Beberapa acara buber, bakal aku ceritain disini...

Waktu itu tanggal 8 Agustus, saat teman terbaikku menginjakkan kaki di usianya yang ke-17. Aku, Afra, Arum, Cutek, dan Dayu memang telah menyiapkan 'surprise party' abal-abal buat Zula. Sekenanya aja ya, Zul, yang penting menurutku disini, kita makan, kita kumpul, kita senang :)
Just a little from us :)

Tanggal 10 Agustus, hari ke-10 di bulan Ramadhan. Sahabatku yang paling belia berulangtahun. Saat itu seharusnya kami semua merayakannya di kediaman Afra, tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi. Eyangnya Arum harus kembali kepada Yang Maha Kuasa.. Akhirnya, di-pending dan 'dirayakan' pada tanggal 26 Agustus di Foodcourt UGM (harusnya di Nikkou Ramen, tetapi tutup #gondoktingkattigasma)..

Tanggal 22 Agustus/22 Ramadhan. Acara buber paling gondok seumur hidupku. Kejadian yang ngga bakal terulang kedua kali. Hari itu aku sedang disibukkan dengan acara PAB Sigma. Seharusnya aku ikut survey ke lokasi St*pping St*ne, tetapi karena urusan surat-menyurat belum selesai, akhirnya aku harus tinggal di planet untuk menyelesaikannya. Ngga tau ini salah siapa, ketua menjadi kalap sejak malam itu. Oke, salahku.. Ketua panik, karena sekretaris tidak hadir, sedangkan harus minta tandatangan sana-sini. Urutannya: sekretaris, ketua, ketua osis, wakasek kesiswaan, dan terakhir Kepsek. Ezzat sms, buat janji sana-sini. Ketua osis ngga ke sekolah lagi, jadi kita yang harus ke kediaman beliau. Setelah rombongan survey balik, ba'da ashar kami capcus cari rumah mas Luthfi, ketua osis. Aku, Alan, Ezzat, dan Nizar. Kami berempat lagi tidak beruntung, kami tersesat di jalan yang salah (?) Ezzat tanya ancer-ancernya mana, dan terbalas "....ada gapura, masuk aja, ngga lama ada masjid. Aku disitu" Pas banget. Gapura, ada. Masjid deket gapura, ada. Di depan masjid kami clingak-clinguk, mencari mas Luthfi. Bentar lagi adzan, mas Luthfi tidak menunjukan batang hidungnya. Eeehh, panjang umur!! Adzan!! Kami berempat mena'jil disitu, dan sekalian tanya kenal mas Luthfi atau tidak. "Ohhh Luthfi?" "Iya, Pak!! Kenal?" Alan yang bertanya, girang. "Luthfi yang dari SMA -tak jelas- itukan?" "Oh bukan, Pak." Gondok mode: ON. Disitu kami dapat nasi opor dan teh anget, karena kami tidak kepenak, kami menyempatkan sholat Maghrib disitu. Setelah sholat, dan berpamitan, petualanagan dimulai kembali. Ezzat tanya lagi, apa nama masjid gerangan, ternyata nama masjidnya adalah Masjid At-Tawwab, bukan Masjid Al-Muthi'in. Gondok. Gondok. Gondok. Sms-nya diperjelas "...di perempatan Blok-O, ada gapura, masuk aja, Masjid At-Tawwab 10menit dari situ." Beuhhh. Ternyata gapura tersebut berada di sisi timur Ring Road. Kami membelah Ring Road, menyusuri hingga bertemu perempatan. Aku melihat gapura besar, berwarna putih bertuliskan "RW 23 Wonocatur." Aku yang berada di belakang Motor Alan-Ezzat langsung meng-klakson, heboh. "Woy, aku liat gapuranya. Aku liat!!" Kami berputar arah. Loh?  Loh? LOH? Kok lahan kosong?!@#$%^&*() Raut wajahku berubah, datar. 'Tadi aku liat apa?' batinku. "Mana, Dhel? Ini lahan kosong," pertanyaan Ezzat, yang mewakili semua. "Kamu halusinasi, ya, Dhel? Kamu laper, ya?" sambung Nizar. Kami bertiga langsung balik lagi, dan berhenti sekitar 15-an menit di depan JEC. Banyak pertanyaan di otakku. 'Eh iya masa?' 'Ah, enggak ah. Aku liat.' 'Tapi kok ngga ada.' "Esumpah ya, tadi aku liat gapura putih. Jelas-jelas, RW23 Wonocatur!!" Panik. "Tapi tadi ngga ada kan." "Kayak di film Pocong 2 tu lho, dia di apartment, ternyata dia halusinasi, dan itu aslinya kuburan." Ezzat bikin aku tambah panik. Oke. Oke. Akhirnya setelah ribut yang agak lama, dan menakutiku, kita balik lagi. Mengulangi jalur yang tadi, sampai di persimpangan, dan..... "WAAAA!! Bego!! Bego!! Wuakakakak!!" Semua menepi, dan terbahak-bahak. Gapura RW23 Wonocatur ternyata setelah bangjo, dan lahan kosong yang tadi itu sebelumnya. Langsung aja kita masuk ke gapura halusinasi tadi. Hahahaha bodoh. Akhirnya kita nemuin Masjid At-Tawwab beserta mas Luthfi-nya #eh. Alhamdulillah yahh, dapet tandatangannya. Perjuangan eee. Setelah itu, kita langsung menuju Nikkou Ramen Seturan, seperti rencana awal. Habis dapet tandatangan, buber di Nikkou Ramen Seturan. Dan.... yak tutup. Ngga kepenak banget aku, mukanya pada capek, lusuh, laper, yang dinanti-nantikan ternyata tutup. Ke ramen deket situ, harganya mahal. Akhirnya kita ke fesk*l, dan sad-ending, daging steak-nya Nizar masih ada darahnya. Kagol abis...

This is the end of my post in the end of Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin semua. Nol-nol ya :)

*kayak di teve-teve*
Saya Ramadhea Laila Afifa mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H :D

2 komentar:

  1. Aku Baca, hahaha. Kapan cari tanda tangan lagi?

    BalasHapus
  2. Apaan coy? Baru aku bales nih hahaha, a year ago bro

    BalasHapus